Mengasah Jiwa Empati, Smaliska Kunjungi Liponsos Surabaya

Jurnalistik. Smaliska. Rabu (13/2). Untuk mengasah jiwa empati, peserta didik Smaliska berkunjung ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) di Keputih Surabaya. Kegiatan yang diprakarsai oleh Mom Lilis Nihayah, M,Si, guru sosiologi ini diperuntukkan bagi peserta didik kelas X (sepuluh) program IPS.


Lebih dari 300 an peserta didik kelas X (sepuluh) program IPS diberangkat dua gelombang. Masing-masing gelombang menggunakan tiga armada bus dengan pendamping dari guru agama, PKn dan wali kelas. Rombongan berangkat dari sekolah pada pukul 07.00 dan langsung menuju Liponsos di Keputih Surabaya.
Sesampai di Liponsos, rombongan disambut oleh petugas Liponsos untuk mendapatkan kalimat pengantar, selanjutnya rombongan diberi kesempatan untuk berdialog langsung dengan penghuni Liponsos. Suasana dialog yang terkadang tidak nyambung mewarnai gedung pertemuan. Di sini peserta didik Smaliska mulai menyadari dengan siapa mereka berbicara yaitu sosok manusia yang berlatar belakang serba minus.
Setelah dari ruang pertemuan, peserta didik Smaliska langsung dibawa ke bilik-bilik ruangan penghuni Liponsos . berbagai macam kondisi yang sangat minus dan memperihatinkan benar-benar terlihat di depan mata. Di sinilah mulai muncul rasa empati dari hati para peserta didik Smaliska.
Setelah melihat kondisi yang sungguh memprihatinkan, tak sedikit peserta yang berlinangan air mata. Peserta terenyuh, dan sangat sedih melihat kondisi penghuni Liponsos yang benar-benar dibuang oleh keluarga mereka.
“Kasihan mereka yang terbuang dan dilupakan keluarga, saya sangat bersyukur dengan kondisi saya sekarang yang sangat jauh lebih baik dari mereka.”kata Tiara Oktavia (X IPS 7)siswi yang berwajah manis ini sambil menangis.
Nada yang sama juga terlontar dari Alang Dewi pambayun (X IPS 8), siswi cantik anggota OSIS Smaliska. “Disaat melihat ibu-ibu yang berada di barak-barak saya teringat ibu saya. Jangan sampai ibu saya terlantar seperti mereka. Kasihan.!” Katanya sambil menangis. (BCR)