G
N
I
D
A
O
L

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Al-Islam Krian Siapkan Siswa Baru Berkarakter dan Tangguh

KRIAN – Mengawali tahun ajaran 2026/2027, SMA Al-Islam Krian menyelenggarakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi seluruh peserta didik baru. Mengusung konsep yang edukatif, ramah, dan menyenangkan, rangkaian kegiatan ini berlangsung selama lima hari penuh, mulai Senin, 13 Juli hingga Jumat, 17 Juli 2026.

Kegiatan MPLS dirancang untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenali potensi diri, serta membangun karakter anak bangsa yang hebat dan tangguh.

Harmoni Pembentukan Karakter dan Lingkungan Sekolah

Hari pertama pembukaan diawali dengan Upacara Bendera serta penanaman Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun). Siswa baru diajak mengelilingi area sekolah lewat Tur Sekolah Interaktif untuk mengenali berbagai fasilitas, dilanjutkan dengan pengenalan fasilitas umum di sekitar lingkungan sekolah.

Tak hanya itu, siswa juga dibekali pemahaman karakter melalui diseminasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH), sosialisasi Kampanye 3S (Senyum, Sapa, Salam), serta edukasi mengenai Sikap Bijak Bermediasos agar para siswa bijak dalam memanfaatkan teknologi digital.

Kesehatan Fisik dan Pelukan Empati “Sahabat Hebat”

Kegiatan pada hari Selasa menekankan pada kebugaran fisik dan kesehatan mental peserta didik. Siswa mengikuti sesi Pertemuan Pagi Ceria, senam bersama, serta pemeriksaan kesehatan dasar berupa pengukuran denyut jantung dan tes fleksibilitas tubuh.

Memasuki sesi siang, suasana menjadi hangat lewat kegiatan Sahabat Hebat: Dengar, Peduli, dan Hargai. Sesi ini mengajarkan siswa untuk peka mengenali tanda-tanda teman yang sedang mengalami kesulitan, mendengarkan dengan empati, serta membangun komitmen bersama sebagai kawan yang saling mendukung.

Pemetaan Potensi dan Kesiapsiagaan Bencana

Pada pertengahan pekan, Rabu, 15 Juli 2026, agenda difokuskan pada pemetaan akademik dan potensi diri siswa. Para peserta didik mengikuti serangkaian evaluasi awal yang meliputi:

  • Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional & Konsentrasi Belajar
  • Asesmen Literasi Membaca & Numerasi
  • Identifikasi Bakat dan Minat

Sebagai bentuk mitigasi keselamatan, siswa juga mendapatkan materi dan simulasi Praktik Kesiapsiagaan Bencana di sekolah. Selain itu, disajikan pula penayangan film edukasi pencegahan judi daring serta sosialisasi prinsip penggunaan screen time yang sehat. Di penghujung hari, peserta didik dikenalkan pada peran OSIS dan beragam kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

Pengenalan Kurikulum, Motivasi Belajar, dan Bahaya NAPZA

Memasuki hari Kamis, siswa diajak mendalami Delapan Dimensi Profil Lulusan serta aturan dan tata tertib sekolah. Sesi akademik diisi dengan pengenalan struktur kurikulum (mata pelajaran wajib, pilihan, dan kokurikuler), analisis potensi belajar mandiri, hingga strategi belajar efektif.

Di samping itu, sekolah memberikan perhatian khusus pada isu-isu sosial remaja melalui penayangan film dan materi pencegahan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Sesi ini ditutup dengan aksi kepedulian lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Puncak Kegiatan: Jalan Sehat dan Demo Ekstrakurikuler

Puncak kemeriahan MPLS SMA Al-Islam Krian berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026. Mengawali hari dengan energi positif, seluruh siswa dan bapak/ibu guru melaksanakan Senam Anak Indonesia Sehat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta menggelar acara Jalan Sehat di sekitar lingkungan sekolah.

Acara ditutup dengan pertunjukan Demo Ekstrakurikuler yang sangat dinantikan. Berbagai unit kegiatan kesiswaan memamerkan kebolehan dan keunggulannya di hadapan siswa baru, memberikan gambaran luas bagi mereka untuk memilih wadah pengembangan bakat dan minat selama menuntut ilmu di SMA Al-Islam Krian.

“Melalui rangkaian MPLS yang terstruktur dan bermakna ini, SMA Al-Islam Krian berharap seluruh peserta didik baru dapat beradaptasi dengan cepat, merasa aman dan nyaman, serta siap mengukir prestasi terbaiknya di jenjang sekolah menengah atas.”