KRIAN – Pemandangan hangat dan penuh keakraban mewarnai halaman depan SMA Al-Islam Krian setiap pagi. jajaran Bapak dan Ibu Guru tampak berdiri ramah di pintu gerbang belakang untuk menyambut kedatangan para peserta didik yang mulai berdatangan menuju sekolah.
Kegiatan penyambutan pagi ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menerapkan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) serta membangun iklim sekolah yang aman dan ramah anak.
Untuk memastikan kegiatan berjalan lancar dan tidak menyebabkan penumpukan atau antrean panjang di pintu masuk, pihak sekolah menerapkan sistem piket bergilir yang melibatkan beberapa guru sekaligus setiap harinya. Strategi ini terbukti efektif menjaga kelancaran arus masuk siswa tanpa mengurangi rasa hangat dari sapaan pagi.
Kepala SMA Al-Islam Krian menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan energi positif kepada siswa sebelum mereka memulai aktivitas belajar di kelas.
“Penyambutan di gerbang ini bukan sekadar formalitas. Kami ingin peserta didik merasa diterima, dihargai, dan aman begitu melangkahkan kaki di sekolah. Dengan menyapa mereka satu per satu, kami juga bisa memantau kondisi kesiapan psikologis maupun fisik siswa sejak pagi,” ujarnya.
Selain membangun hubungan emosional yang erat antara guru dan siswa, tradisi pagi ini juga menjadi sarana pembentukan karakter dan kedisiplinan. Siswa diajarkan untuk membiasakan diri bersalaman, mengucap salam, serta menjaga kerapihan diri sebelum memasuki area pembelajaran.
Respon positif juga datang dari para orang tua murid. Kebijakan menerjunkan beberapa guru di gerbang dinilai sangat tepat karena membuat proses pengantaran berjalan tertib, aman, dan efisien tanpa membuat siswa tertahan lama di luar sekolah.
Melalui konsistensi program ini, SMA Al-Islam Krian berharap dapat terus mewujudkan lingkungan sekolah sebagai “rumah kedua” yang kondusif, harmonis, dan siap mencetak generasi berakhlaqul karimah.
