G
N
I
D
A
O
L

Kantin SMALISKA Mulai Kurangi Plastik Sekali Pakai, Siswa Dibiasakan Bawa Tumbler dan Tepak Makan

Krian–Kebiasaan sederhana mulai diterapkan di lingkungan SMA Al-Islam Krian. Sejak Senin (3/8/2026), siswa dibiasakan membawa tumbler dan tepak makan dari rumah sebagai salah satu upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari di sekolah.

Pembiasaan tersebut juga diterapkan melalui aktivitas kantin. Siswa yang membeli makanan dan minuman diarahkan untuk menggunakan wadah yang dapat dipakai kembali. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan kantong plastik, gelas plastik, sedotan, serta berbagai kemasan sekali pakai.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membangun kebiasaan peduli kebersihan dan lingkungan. Meski demikian, tidak ada catatan resmi atau informasi yang menyatakan bahwa SMA Al-Islam Krian berstatus sebagai Sekolah Adiwiyata. Karena itu, penerapan kebiasaan ramah lingkungan ini lebih tepat disebut sebagai upaya sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui kebiasaan sehari-hari.

Kepala SMA Al-Islam Krian, Hj. Nur Shofia, S.Pd., M.Pd., menyetujui penerapan kebiasaan tersebut sebagai langkah positif untuk membangun kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah.

“Kebiasaan menjaga lingkungan harus dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten,” ujarnya.

Selain membawa tumbler dan tepak makan, siswa juga dibiasakan menggunakan fasilitas makan yang telah disediakan oleh kantin. Pengelola kantin menyediakan piring dan gelas dalam jumlah yang cukup untuk digunakan secara bergantian oleh siswa.

Setelah selesai makan atau minum, siswa cukup mengembalikan piring dan gelas tersebut ke kantin. Wadah kemudian dapat digunakan kembali oleh siswa lainnya. Sistem sederhana tersebut menjadi bagian dari aktivitas kantin sehari-hari tanpa adanya sistem jaminan maupun biaya tambahan.

Kebiasaan menggunakan wadah yang dapat dipakai berulang kali tersebut diharapkan mampu menekan jumlah sampah plastik yang dihasilkan dari aktivitas makan dan minum siswa. Dengan tersedianya piring dan gelas dari kantin, siswa tidak selalu membutuhkan kemasan sekali pakai ketika membeli makanan.

Tak hanya persoalan wadah, sekolah juga memberikan perhatian terhadap pengelolaan sisa makanan. Sisa makanan dari tepak tidak diperbolehkan dibuang ke wastafel, saluran air, maupun lubang kamar mandi. Aturan tersebut diterapkan untuk menjaga saluran pembuangan tetap bersih serta mencegah sisa makanan menimbulkan masalah pada lingkungan sekolah.

Pembiasaan tersebut membuat siswa tidak hanya belajar membawa perlengkapan makan dan minum sendiri, tetapi juga bertanggung jawab terhadap sisa makanan dan sampah yang mereka hasilkan.

Dalam pelaksanaannya, peran siswa menjadi bagian penting. Membawa tumbler, menggunakan tepak makan, mengembalikan piring dan gelas setelah digunakan, serta membuang sampah pada tempatnya merupakan kebiasaan sederhana yang perlu dilakukan secara konsisten.

Sementara itu, keberadaan kantin menjadi salah satu pendukung utama dalam penerapan kebiasaan tersebut. Dengan menyediakan piring dan gelas yang dapat digunakan berulang kali, kantin turut membantu menciptakan aktivitas makan yang lebih minim penggunaan kemasan sekali pakai.

Penerapan kebiasaan ini juga menjadi bentuk pembelajaran langsung bagi siswa. Kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya disampaikan melalui materi pembelajaran, tetapi dipraktikkan dalam rutinitas sehari-hari di sekolah.

Sejak diterapkan pada Senin, 3 Agustus 2026, pembiasaan membawa tumbler dan tepak makan diharapkan dapat terus dilakukan oleh seluruh warga SMALISKA. Sekolah juga mendorong agar kepedulian tersebut tidak berhenti ketika siswa berada di lingkungan sekolah, tetapi dapat diterapkan di rumah maupun lingkungan masyarakat.

Dengan kerja sama antara sekolah, pengelola kantin, guru, dan siswa, penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan SMA Al-Islam Krian diharapkan dapat terus ditekan.

Sebab, menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Satu tumbler yang digunakan berulang kali, satu tepak makan yang dibawa dari rumah, serta satu piring dan gelas yang dikembalikan ke kantin setelah digunakan dapat menjadi kebiasaan kecil yang memberi dampak bagi kebersihan sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *