Letkol Abdulloh, Alumni `90 Smaliska. “Ingin Menjadi Petani, Malah Menjadi TNI”

Jurnalistik. Smaliska. Sabtu (22/7). Seorang alumni Smaliska teladan telah dicontohkan oleh Letnan Kolonel Abdulloh. Di saat mendapat tugas ke Bali alumni 1990 Smaliska ini telah menyempatkan diri untuk mampir ke sekolah almamaternya dan bersilaturrahmi dengan kepala sekolah Smaliska DR.H. Sutijono MM pagi tadi (22/7).


Sungguhpun telah berpangkat perwira atas, letkol Abdulloh masih terlihat sangat tawadhu di hadapan guru-guru yang telah mendidiknya selama menjadi murid di Smaliska 28 tahun yang lalu. Setelah ikut jamaah dhuhur bersama di masjid Smaliska alumni IPS 3 ini langsung menjabat tangan Abah Husnan Nur dan mencium tangannya sebagai tanda sikap tawadhukepada guru agamanya. Begitu pula kepada H, Azhari, yang pada waktu tersebut menjadi imam sholat juga langsung ditemui dan dicium tangannya. Dalam menjalani hidup, Letkol Abdulloh tidaklah semulus yang dibayangkan oleh banyak orang. Sejak kecil alumni yang sangat hormat kepada Dr. H.Sutijono MM ini terbiasa hidup susah sejak kecil. Dengan status yatim piatu, ia pernah meminta keringanan SPP kepada kepala yayasan waktu itu (alm) H. Yacoep Arifin. Setelah menamatkan pendidikan di Smaliska, ia melanjutkan belajarnya di IAIN Sunan Ampel Surabaya jurusan dakwah dan mampu lulus tercepat dengan waktu 3,5 tahun. Keinginan untuk menjadi TNI tidak pernah ada dalam benaknya waktu itu. Alumni yang berasal dari Bakong Pringgodani Balongbendo ini lebih bercita-cita menjadi petani. Kerja di PT Tjiwi Kimia Mojokerto telah dirasakannya selama 2 tahun (1994-1995). Kemudian atas paksaan dari kakaknya yang juga seorang TNI alumni jurusan dakwah IAIN Ampel Surabaya ini agar mendaftar ke TNI perwira karir pada tahun 1996. Semula semua tes dijalaninya dengan iseng dan tidak serius. Karena memang tidak ada niatan untuk menjadi TNI. Namun setelah lolos sampai tes di Magelang, alumni yang istiqomah menjalankan tahajud ini mulai serius menjalani tes demi tes sampai pada akhirnya lulus dan diterima sebagai perwira Angkatan Udara. Sekarang ini, dengan berpangkat Letnan Kolonel alumni Smaliska90 yang pendiam ini di tempatkan di Mabes Angkatan Udara di Cilangkap Jakarta. Dengan usia yang masih 46 tahun kemungkinan letkol Abdulloh masih bisa naik pangkat menjadi seorang jenderal.
Setelah istirahat pertama letkol Abdulloh menyempatkan diri untuk berbicara di depan seluruh murid kelas XII memberikan motivasi untuk selalu berusaha yang terbaik buat masa depannya. “Lakukan apa yang menjadi kewajiban kita kepada Alloh, niscaya Alloh akan melakukan apa yang menjadi kewajiban-Nya kepada kita” kata alumni yang berhasil menjadi perwira TNI AU di hadapan adik-adiknya. (BCR)