USBN Smaliska Memakai CBT

Jurnalistik. Smaliska. Jumat (30/3). Ujian Sekolah Berstandar Nasional telah berlangsung di Smaliska sejak Jumat (16/3) yang lalu. Sesuai jadwal yang telah dibuat USBN akan berakhir Rabu (4/4) depan. Ada hal yang berbeda dalam USBN tahun ini, yaitu penggunaan system Computerized Based Test (CBT).

Pada tahun-tahun sebelumnya ujian di Smaliska menggunakan Paper Based Test (PBT). Yaitu dengan menggunakan Lembaran Jawaban Komputer (LJK). Namun sejak tahun ini USBN di Smaliska telah memakai CBT, berarti Smaliska telah melangkah lebih maju dari sekolah lain di wilayah Krian.

USBN kelas XII yang memakan waktu lima belas hari ini memberikan pembelajaran tersendiri bagi peserta didik kelas XII. Pasalnya pada Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)  yang diadakan pada 9 April mendatang peserta didik kelas XII menjadi lebih terbiasa dan bertambah siap.

Tahun pelajaran 2017/2018 ini, peserta UNBK kelas XII Smaliska sebanyak 620 siswa yang terdiri dari 45 siswa peminatan Bahasa, 269 siswa peminatan MIPA dan 306 peminatan IPS. Sementara jumlah perangkat komputer yang dimiliki oleh sekolah sebanyak 210 unit yang tersebar di 5 ruangan Lab Komputer, tiap lab ada 42 unit. Karena perbandingan jumlah perangkat komputer dengan peserta ujian kelas XII adalah 1:3 maka pelaksanaan USBN di Smaliska dilaksanakan dalam 3 sesi. Begitu pula nantinya ketika UNBK.

Sejauh ini pelaksanaan USBN di Smaliska berjalan lancar nyaris tanpa hambatan. Hal ini patut kita syukuri karena perangkat komputer yang dimiliki Smaliska sebanyak 130 unit adalah perangkat baru dibeli sekitar bulan Nopember 2017 yang lalu dan sisanya adalah komputer tahun sebelumnya, ditambah dengan beberapa komputer cadangan yang telah disiapkan untuk mengantisipasi apabila ada kerusakan PC saat USBN berlangsung. Ditiap ruangan ada satu server dengan spesifikasi yang cukup untuk meng-cover hingga 100 client, sedang setiap lab Smaliska hanya ada 42 client. Sebagai cadangan, panitia juga telah menyiapkan satu server cadangan.

“Dari segi sumber daya manusia, kita memiliki 5 orang proktor ruangan dan satu proktor utama yang sangat profesional dalam menangani permasalahan selama USBN dan simulasi UNBK, insyaallah pada kegiatan USBN kali ini, mereka akan lebih mahir dalam menangani semua permasalahan yang ditimbulkan selama USBN ataupun UNBK bulan April nanti.” kata Drs. Suharyono, AZ. Proktor senior Smaliska.

Beragam tanggapan terlontar dari peserta didik kelas XII yang telah mengikuti ujian dengan CBT, namun mayoritas mereka mengaku lebih senang dengan system system baru ini walaupun juga masih banyak yang mengeluh capek dan takut kalau di saat mengerjakan ujian terjadi listrik padam atau system tiba-tiba error..

“Ujian memakai system CBT lebih simpel dan tidak perlu ribet-ribet seperti mengisi identitas atau nomer peserta. Tapi ada satu hal yang saya takutkan yaitu disaat mengerjakan ujian tiba-tiba error.” Kata Nurul Izza Utomo (XII IPS 4), siswi yang hobi menulis novel ini.

Hal senada juga terlontar dari Intan Avilatus Zuhro (XII IPS 2), siswi cantik berkacamata minus ini mengaku lebih santai dan lebih efisien.

“Ujian ebta secara CBT  itu  lebih efisien jika dibanding dengan pakai LJK. Misalnya dalam pengisian biodata atau jawaban kalau pake LJK harus menghitamkan jawaban atau mengisi biodata dahulu sehingga memakan cukup banyak waktu. Ujian memakai CBT Lebih santai, karena tidak takut kertas ujian sobek atau basah. Dengan sistem CBT ini kesalahan pengisian data baik nama maupun nomor peserta kemungkinan salah sangat kecil karena data sudah diinput terlebih dahulu.”jelasnya.

Dengan kekompakan warga Smaliska menjadikan Smaliska semoga semakin barakah. Amin. (BCR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *