Diklat Penempuan SKU Kelas XI Putri,“Menjadi Pramuka yang Nasionalis dan Religious”

Jurnalistik. Smaliska. Senin (12/2). Diklat penempuan SKU putri kelas XI telah sukses diadakan selama dua hari semalam kemarin. (11-12/2). Seperti  diklat sebelumnya, anggota pramaliska yang aktif di daulat untuk menjadi panitia diklat.

Dalam diklat penempuan SKU  kali ini seluruh siswi kelas XI BHS dan IPA diwajibkan  untuk menjadi peserta. Karena program ini adalah bagian dari kurikulum 2013.

“Diklat ini sifatnya wajib bagi seluruh murid Smaliska karena pedidikan pramuka adalah bagian dari program kurikulum 2013” kata Dra.Hj Sunarmi, waka kurikulum Smaliska dalam sambutannya ketika menjadi inspektur upacara pembukaan diklat.

Karena jumlah siswi kelas XI lebih dari 400 orang maka panitia yang komandoi oleh mr. Yos ini membagi pelaksanaan diklat penempuan SKU untuk perempuan menjadi dua gelombang.

Seperti diklat sebelumnya, wali kelas yang anggotanya menjadi peserta diklat diikutkan untuk hadir menemani anak didiknya. Para wali kelas sangat diharap agar mau bermalam di sekolah.

Diklat yang dilakukan selama dua hari ini lebih difokuskan pada materi perawatan jenazah. Dalam hal ini Ust. BCR ditunjuk panitia untuk menjadi pemateri.

Dengan  gaya yang kocak namun serius, guru agama Smaliska ini menjelaskan tata cara mengkafani jenazah serta tata sholat jenazah. Penjelasan yang sesekali diselingi guyon ini membuat suasana yang mencekam menjadi santai.

Sholat malam sebagai agenda religi menjadi nilai plus dalam diklat pramuka di Smaliska. Seluruh peserta yang bermalam di masjid lantai 2 dibangunkan pada pukul 02.30 oleh ust BCR. Dengan sabar pembina pramuka yang juga guru PAI Smaliska ini membangunkan seluruh peserta walau banyak beberapa peserta yang terlihat sangat berat untuk bangun.

“Mereka mungkin belum terbiasa bangun malam, apalagi mungkin tadi malam mereka tidur terlalu malam sehingga sangat sulit dibangunkan” kata Ust. BCR.

Selepas subuh berjamaah peserta diklat diajak untuk membaca alquran bersama kemudiaan mereka mendapat siraman rohani sampai waktu dhuha. Peserta diklat kali ini benar-benar dilatih untuk tirakat dari malam sampai pelaksanaan sholat dhuha berjamaah. (BCR)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *