Mega Proyek Smaliska Resmi Diserahkan Kepada Yapalis

Jurnalistik. Smaliska. Ahad. (14/1). Peresmian gedung laboratorium lantai 3 Smaliska telah sukses dilakukan kemarin. (13/1). Momen bersejarah ini memberikan kesan tersendiri kepada seluruh warga Smaliska yang turut andil dalam menjaga Smaliska selama ini.

Pasalnya acara peresmian ini telah mengundang berbagai macam elemen masyarakat termasuk di dalamnya adalah pejabat setempat, pengurus dan pimpinan unit di YAPALIS, guru dan mantan guru Smaliska, alumni Smaliska,  dan kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Sidoarjo. Dari 280 total undangan yang tersebar tercatat ada 285 undangan yang hadir dalam acara fenomenal ini.

“Kami sangat berterimakasih kepada seluruh teman-teman guru Smaliska, mereka benar-benar hebat, persiapan hanya 2 minggu, seluruh teman-teman bisa saling bersinergi dan bekerja sama untuk kesuksesan acara ini.” Kata As`ari Marzuki, SE. wakasek humas Smaliska.

Gedung laboratorium lantai 3 Smaliska ini merupakan mega proyek yang dimiliki Smaliska dalam sepanjang sejarah berdirinya Smaliska sampai sekarang. Dr.H. Sutijono, MM, selaku kepala sekolah merasa ini adalah proyek terakhir dan terbesar yang bisa dipersembahkan kepada Smaliska selama 42 tahun kepemimpinannya.

Kepala Smaliska yang berhasil menyelesaikan studi doctoral di Universitas Negeri Malang ini  memaparkan sejarah bangunan yang telah berhasil dibangunnya dalam 10 tahun ke belakang. Bangunan itu adalah masjid Smaliska dua lantai dibangun pada bulan Oktober 2005 sampai Oktober 2006 dengan menelan dana 700 juta. Untuk masjid berasal dari dana penghematan dan sumbangan dari beberapa alumni.

Pada tahun 2008 masjid lantai 2 dibangun dengan dana bantuan dari yayasan sebesar 400juta. Berikutnya di tahun 2010 gedung C diperbaiki dan dibangun bertingkat untuk ruang kelas menelan dana 380 juta.

Di tahun 2012  Smaliska merehab dan meningkat gedung E untuk kemudian dijadikan kantor guru untuk lantai 1 dan ruang kelas di lantai 2. Pembangunan ini menelan dana 625 juta dari uang penghematan. Di tahun yang sama juga dibangun jalan penghubung dari gedung E dan C dibangun bertingkat menelan dana 125 juta.  Di tahun 2015 Smaliska berani membangun toilet siswa dan siswi dengan dana fantastic yaitu 925 juta hampir 1 miliar. Setahun kemudian (2016) lapangan Smaliska disulap menjadi atrium mega serba guna dengan biaya 600 juta. Dan yang terakhir adalah gedung laboratorium computer lantai 3 beserta seluruh perangkat computer menelan dana 2,5 miliar.

“Kalau bukan atas rahmat Alloh SWT, kami tidak mungkin bisa melakukan ini semua. ” Kata kepala Sekolah yang pernah mendapat anugerah kepala sekolah hebat dari KITTO AWARDS ini.

Laboratorium computer yang dibangun murni dari dana penghematan di unit Smaliska ini secara resmi diserahkan kepada Yapalis untuk dimanfaatkan dengan baik. Kepala sekolah yang telah pensiun dari PNS dosen setahun yang lalu ini mempersilahkan kepada seluruh warga Yapalis untuk memakai prasarana yang telah dipersembahkannya demi kemaslahatan bersama.

“Setelah terselesaikannya bangunan ini kami menyerahkan  kepada Yapalis untuk bisa digunakan dengan sebaik-baiknya demi keberkahan warga Yapalis khususnya dan umat Islam pada umumnya.” Tandasnya.

Sementara itu H. Djamal Mawardi, Bsc. Selaku ketua Yapalis memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kepala Smaliska yang telah mendedikasikan dirinya demi keberkahan Smaliska dan Yapalis.

“Kepemimpinannya patut dicontoh  bagi seluruh warga Yapalis terkhusus generasi yang masih muda” katanya.

Hal yang senada juga terlontar dari Endang Widiastuti,S.Sos, MSi. kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Sidoarjo.

“Baru kali ini saya mendengar ada seorang kepala sekolah yang berhasil memimpin sebuah sekolah selama 42 tahun. Kalau bukan karena kinerjanya yang hebat tidak mungkin ini bisa terjadi” Katanya. (BCR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *