Rambut Gondrong Siap Dipotong!

Jurnalistik.Smaliska. Kamis (19/10). Gebrakan baru telah dilakukan oleh team ketertiban dan dewan guru Smaliska untuk menciptakan kerapian warga Smaliska pagi ini (19/10). Selepas upacara bendera, seluruh peserta yang duduk di kelas X siap ditahan di lapangan upacara untuk mendapatkan pemeriksaan masal. Hasilnya banyak siswa yang harus siap dirapikan rambutnya dengan paksa oleh team ketertiban Smaliska.

Gebrakan ini adalah yang pertama kali dilakukan oleh team ketertiban Smaliska dalam semester ini, karena kebiasaan mereka selalu masuk kelas secara mendadak untuk melakukan pemeriksaan semua atribut dan rambut.

Banyak tanggapan positif keluar dari guru-guru yang terlibat dalam ketertiban siswa kali ini.seperti halnya yang telah dilontarkan oleh Pak Devi, guru olah raga yang bertubuh kekar ini mengaku lebih senang dengan cara seperti ini karena lebih cepat dan efisien, walau mengorbankan waktu satu jam pelajaran.

“Pemeriksaan selepas upacara seperti tadi sangat efisien dan bisa tepat sasaran.” Komentarnya singkat.

Sementara itu bagi siswi perempuan hanya mendapatkan peringatan bagi yang belum melengkapi atribut sekolah. Mereka yang belum lengkap diberi tenggang waktu seminggu untuk kemudian diperiksa kembali.

Dalam hal ini, wakasek kesiswaan, Pak Slamet Seksono, sangat berterima kasih kepada teman-teman guru yang telah kompak untuk melakukan ketertiban secara bersamaan. Kedepan hal yang serupa akan dilakukan kembali untuk murid kelas XI dan XII.

“Kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan guru yang telah kompak untuk melakukan perapian rambut murid kelas X. kedepan akan kami lakukan untuk kelas XI dan XII” katanya dengan optimis.

Bagi murid yang terpaksa dipotong secara paksa, mayoritas menerima tindakan hari ini karena memang mereka berambut gondrong. Namun ada beberapa murid yang tidak  terima atas dipotong rambutnya secara paksa.

“Padahal saya baru potong rambut 3 hari yang lalu, namun masih juga kena petalan” kata M Annas Al Ayyubi (X IPS 3) siswa yang selalu tampil kocak ini.

Nada serupa juga terlontar dari teman sekelasnya M Rafi, siswa yang pendiam ini merasa berat karena rambutnya terpotong karena dirinya telah potong rambut beberapa hari yang lalu.

Bagi siapapun yang terpaksa harus dipotong rambutnya itu berarti mereka dipandang panjang dan tidak sesui dengan peraturan yang telah diterapkan di Smaliska ini. Maka mereka harus menerima. Semoga untuk kedepan seluruh warga Smaliska bisa tampil rapi dan ganteng. (BCR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *