Diklat Penempuan SKU Putra: Memalukan, Seluruh Siswa X BHS Tidak Hadir!

Jurnalistik. Smaliska. Senin (16/10). Diklat penempuan Syarat Kecakapan Umum (SKU) untuk kelas X putra telah sukses dilaksanakan selama dua hari semalam kemarin. (14-15/10). Namun amat sangat disayangkan sebuah kejadian telah mencoreng pelaksanaan diklat kemarin. Siswa kelas X BHS yang hanya 6 orang sepakat untuk tidak hadir dalam diklat pramuka kemarin.

Alasan yang sangat sederhana terlontar dari masing-masing mereka. “Tidak ada teman!” kata seorang siswa dengan rasa tanpa dosa sama sekali. “Sungguh sangat aneh, sebanyak 190 an peserta laki-laki dari seluruh kelas X dianggap bukan teman!” Kata Ust.BCR yang juga ikut menjadi pembina pramuka ketika diklat SKU kemarin.

Kejadian ini merupakan rapot merah sepanjang sejarah diklat SKU yang telah diadakan di Smaliska. Mr. Yos selaku pembina Pramuka Smaliska dibuat sangat geram dengan ulah siswa kelas X BHS tersebut. “Diklat penempuan SKU ini sifatnya wajib bagi seluruh murid kelas X dan XI. Sehingga bagi mereka yang tidak ikut diklat pertama akan diwajibkan untuk ikut diklat kedua dan seterusnya. Dan jikalau masih juga tidak ikut maka murid yang bersangkutan akan diwajibkan kemah 4 hari bersama anggota ekstra pramuka di Trawas. Dan kalau masih juga tidak mau ikut maka wajib ikut acara tahunan bhakti desa selama 3 hari. dan kalau juga masih tidak ikut maka murid tersebut tidak berhak untuk naik kelas” kata pembina Pramaliska dengan tegas.

Secara keseluruhan acara berjalan lancar, sejak pembukaan sampai penutupan nyaris tidak ada kendala sama sekali. Bahkan Dr. H. Sutijono, MM, kepala Smaliska yang berkesempatan untuk menjadi inspektur upacara pembukaan telah memuji barisan peserta yang terlihat tertib dan rapi.

Sementara itu acara religios dari sholat berjamaah sholat wajib sampai sholat malam dipimpin oleh Ust BCR. Pukul 02;30 an peserta telah dibangunkan untuk menjalani sholat malam berjamaah. Namun amat disayangkan peserta yang bergender laki-laki ini sangat lamban untuk bangun dari tidur. Akhirnya pelaksanaan sholat malam baru bisa dimulai pukul 03.00 malam.

“kami sangat ngantuk sehingga susah bangun!” kata seorang peserta beralasan

Berbeda dengan acara P3K yang langsung dipandu oleh kak Syarifuddin atau lebih dikenal dengan kak Sinyo, benar-benar telah mengocak perut peserta. Namun tidak mengurangi keseriusan materi yang diberikan. Begitu juga acara api unggun, semua berjalan sesuai rencana. Semoga acara diklat kemarin membawa manfaat buat seluruh peserta dan Smaliska.amin. (BCR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *